I'm looking at you,
and you are looking at me too.
You are in distance,
but our hearts seem cross the room.
Many peoples are around us,
but it feels like just we two.
I can see clearly in your eyes,
that there is only me.
As the same thing with my eyes,
which just focus to you.
In this far I'm sure,
you are feeling that I am close to you.
And the room becomes darker.
Romantic lights is already turned on.
The music changed with a sweet intro.
And peoples stop talking or walking for a while.
Then I see you smile to me for seconds,
and I wish time stops at this moment.
But suddenly DJ's announces few words,
break the sweet silence between you and me.
Some start to dance with their each mates,
some continue their talks like you do.
But me, I'm trying to fights myself,
few parts of me is afraid but mostly brave.
So I cross the room and come to you.
I don't care what you will do,
for me it's better to try than never do anything.
I just don't want to miss my chance,
and regret my fear or blame my self,
and with a sincere heart that beats so fast I ask,
"would you dance with me tonight?"
Denpasar, March 21st, 2011
2.45 am in my comfort private room
copyright Jeannita Adisty
Just about ME and what I think about : My Ideas, My Stories, My Poems, My Songs, Everything I wanna share to :) Hope these can be blessings to inspire peoples out there....
Jumat, 25 Maret 2011
Thinking of You
I'm walking under the supermoon's light through the coast,
accompany by the stars above,
with the wind that blows from the land to the sea.
I'm feeling the sea water touches my skin foots,
one by one the wave comes to the coast,
and I still walk while I'm thinking of you...
I'm looking at the supermoon above,
it is so beautiful and shining so glad,
are you looking at it from your place as I do?
I'm feeling the wind blows freshly ,
while the wave roars sweetly the wind sing a melody,
are you hearing the same melody of this sweet harmony as I do?
And along the cost I walk,
I can't stop thinking about you,
are you thinking about me too?
Denpasar, March 21st, 2011
3.39 am in the morning from my comfort private room
copyright Jeannita Adisty
accompany by the stars above,
with the wind that blows from the land to the sea.
I'm feeling the sea water touches my skin foots,
one by one the wave comes to the coast,
and I still walk while I'm thinking of you...
I'm looking at the supermoon above,
it is so beautiful and shining so glad,
are you looking at it from your place as I do?
I'm feeling the wind blows freshly ,
while the wave roars sweetly the wind sing a melody,
are you hearing the same melody of this sweet harmony as I do?
And along the cost I walk,
I can't stop thinking about you,
are you thinking about me too?
Denpasar, March 21st, 2011
3.39 am in the morning from my comfort private room
copyright Jeannita Adisty
Kamis, 24 Maret 2011
IKAN HIU PUN PERLU TEMAN
Ikan Hiu adalah ikan pemangsa yang reputasinya sangat buruk di lautan. Ia terkenal sangat gesit dan cepat bergerak. Memiliki penciuman yang sangat tajam dan tepat sasaran (bisa mencium setetes darah di dalam lautan hingga jarak seperempat mil sekalipun). Ia jenis ikan yang punya citra sangat tidak ramah. Ia juga dikenal sebagai pemangsa yang tidak kenal ampun alias kejam (walau jenis yang terbesar yang mirip dengan ikan Paus hanya memakan plankton). Tidak ada hewan lain di lautan yang berani melawan ikan Hiu apalagi memangsanya karena sebagian ikan Hiu adalahtop level predator di lautan. Bahkan tak sedikit manusia yang takut dengan ikan Hiu saat berada di lautan.
Tapi, dibalik citra dan reputasinya yang terkenal kejam, ternyata ikan Hiu juga perlu teman. Ia punya sahabat baik namanya ikan Ramora. Ikan Ramora ini adalah jenis ikan kecil di lautan yang sering sekali menjadi sasaran empuk para pemangsa atau predator. Lho?? Kok bisa mereka saling berhubungan? Tidakkah membahayakan si ikan Ramora? Apa untungnya bagi ikan Hiu yang berada di kelas atas berteman dengan kelas bawah seperti si ikan Ramora?
Dulu sewaktu kita duduk di bangku Sekolah Dasar, kita diajarkan bahwa dalam mahluk hidup ada hubungan yang disebut simbiosis. Secara harfiah, simbiosis berasal dari bahasa Yunani sym yang berarti dengan dan biosis yang berarti kehidupan. Jadi, simbiosis berarti interaksi antara dua organisme mahluk hidup yang hidup berdampingan. Banyak jenis simbiosis dan salah satunya adalah simbiosis mutualisme.
Simbiosis mutualisme adalah hubungan sesama mahluk hidup yang saling menguntungkan. Mungkin dulu (jaman lama) hubungan ikan Hiu dan ikan Ramora disebutkan sebagai simbiosis komensalisme di mana hanya menguntungkan si ikan Ramona tapi tidak menguntungkan si ikan Hiu dan juga tidak merugikannya. Tapi, seiring semakin maju dan berkembangnya ilmu pengetahuan, menurut hasil riset dan analisis para ahli terbaru, ternyata si ikan Hiu juga mendapatkan keuntungan dari hubungannya dengan si ikan Ramora (Keuntungan = hal-hal positif).
Dari simbiosis mutualisme antara si ikan Hiu dengan si ikan Ramora ini kita sebagai manusia yang juga sesama makhluk hidup bisa belajar banyak hal positif. Pertama, kalau si ikan Hiu saja perlu teman, apalagi kita manusia. Kedua, kalau si ikan Hiu saja bisa berteman dengan si ikan kecil Ramora, kenapa kita manusia memilih-milih dalam berteman? Maka, marilah kita berteman dan bertemanlah dengan siapa saja selagi kita hidup. Tapi ingat, berilah yang positif dan ambillah yang positif. Bagaimana dengan yang negatif? Buang saja, jangan diambi,l dan juga jangan diberi!
Kenapa begitu? Karena seperti si ikan Hiu yang juga mendapatkan manfaat dari si ikan Ramora; kita sebagai seorang pribadi pun bisa mendapatkan manfaat dari orang lain. Mungkin orang tersebut lebih muda, lebih sederhana, lebih kuper, lebih gaptek, lebih polos, lebih tidak tahu, banyak kekuarangannya, bukan orang kaya, bukan orang sukses, bukan orang hebat, bukan orang pintar, bukan orang terkenal, hanya orang biasa-biasa saja, kita tetap bisa mendapatkan manfaat.
Bukan berarti kemudian kita berteman hanya untuk mendapatkan manfaat, tidak. Tapi, dalam pertemanan prinsip dasarnya adalah saling berbagi untuk menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik, lebih matang secara karakter, lebih berkembang secara pengatahuan, lebih dewasa secara pola pikir, lebih kreatif, lebih rendah hati, lebih bertumbuh secara emosional sehingga makin bijak. Itulah manfaat kita sebagai "ikan Hiu" terhadap teman-teman yang cenderung seperti ikan Ramora.
Jadi, jangan kira dalam pertemanan kita tidak bisa memberikan pengaruh apapun. Dari yang paling buruk sampai yang paling bagus bisa menjadi pengaruh. Maka, marilah kita belajar dari hubungan si ikan Hiu dan si ikan Ramora yang bersimbiosis mutualisme dalam hal-hal positif. Tidak saling merugikan tapi saling menguntungkan. Ingat bahwa keuntungan bukan diukur dari hal-hal yang bersifat materi atau fisik, tapi lebih mendalam dari yang bisa kita lihat secara gamblang, yaitu saling membangun dan berkembang dalam karakter.
Contoh aplikasinya adalah saat kita sebagai pemuda-pemudi, orang dewasa, atau orang tua terhadap anak-anak kecil. Kita tak jarang menganggap anak-anak kecil ini sebagai si ikan Ramora yang bergantung pada kita, yang lemah, yang mengambil keuntungan dari kita yang kuat, dan yang perlu diberi. Kita lupa kalau anak-anak kecil juga bisa memberi kepada kita dan bisa mengajarkan kita jauh lebih banyak dari yang kita tahu. Dari anak-anak kecillah kita bisa belajar ketulusan, kepolosan (kemurnian), dan kejujuran. Tak jarang seiring bertambahnya usia kita, kita lupa bagaimana menjadi tulus, bagaimana hidup murni, dan bagaimana untuk jujur.
Maka, kalau ikan Hiu saja perlu teman, apalagi kita manusia. Kalau ikan Hiu saja mau berteman dengan ikan Remora, kenapa kita tidak saling berteman satu sama lainnya.
Selamat berteman dan tetaplah berteman secara positif!
Denpasar, 24 Maret 2011
Copyright Jeannita Adisty
Also posted in my Facebook account
Tapi, dibalik citra dan reputasinya yang terkenal kejam, ternyata ikan Hiu juga perlu teman. Ia punya sahabat baik namanya ikan Ramora. Ikan Ramora ini adalah jenis ikan kecil di lautan yang sering sekali menjadi sasaran empuk para pemangsa atau predator. Lho?? Kok bisa mereka saling berhubungan? Tidakkah membahayakan si ikan Ramora? Apa untungnya bagi ikan Hiu yang berada di kelas atas berteman dengan kelas bawah seperti si ikan Ramora?
Dulu sewaktu kita duduk di bangku Sekolah Dasar, kita diajarkan bahwa dalam mahluk hidup ada hubungan yang disebut simbiosis. Secara harfiah, simbiosis berasal dari bahasa Yunani sym yang berarti dengan dan biosis yang berarti kehidupan. Jadi, simbiosis berarti interaksi antara dua organisme mahluk hidup yang hidup berdampingan. Banyak jenis simbiosis dan salah satunya adalah simbiosis mutualisme.
Simbiosis mutualisme adalah hubungan sesama mahluk hidup yang saling menguntungkan. Mungkin dulu (jaman lama) hubungan ikan Hiu dan ikan Ramora disebutkan sebagai simbiosis komensalisme di mana hanya menguntungkan si ikan Ramona tapi tidak menguntungkan si ikan Hiu dan juga tidak merugikannya. Tapi, seiring semakin maju dan berkembangnya ilmu pengetahuan, menurut hasil riset dan analisis para ahli terbaru, ternyata si ikan Hiu juga mendapatkan keuntungan dari hubungannya dengan si ikan Ramora (Keuntungan = hal-hal positif).
Dari simbiosis mutualisme antara si ikan Hiu dengan si ikan Ramora ini kita sebagai manusia yang juga sesama makhluk hidup bisa belajar banyak hal positif. Pertama, kalau si ikan Hiu saja perlu teman, apalagi kita manusia. Kedua, kalau si ikan Hiu saja bisa berteman dengan si ikan kecil Ramora, kenapa kita manusia memilih-milih dalam berteman? Maka, marilah kita berteman dan bertemanlah dengan siapa saja selagi kita hidup. Tapi ingat, berilah yang positif dan ambillah yang positif. Bagaimana dengan yang negatif? Buang saja, jangan diambi,l dan juga jangan diberi!
Kenapa begitu? Karena seperti si ikan Hiu yang juga mendapatkan manfaat dari si ikan Ramora; kita sebagai seorang pribadi pun bisa mendapatkan manfaat dari orang lain. Mungkin orang tersebut lebih muda, lebih sederhana, lebih kuper, lebih gaptek, lebih polos, lebih tidak tahu, banyak kekuarangannya, bukan orang kaya, bukan orang sukses, bukan orang hebat, bukan orang pintar, bukan orang terkenal, hanya orang biasa-biasa saja, kita tetap bisa mendapatkan manfaat.
Bukan berarti kemudian kita berteman hanya untuk mendapatkan manfaat, tidak. Tapi, dalam pertemanan prinsip dasarnya adalah saling berbagi untuk menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik, lebih matang secara karakter, lebih berkembang secara pengatahuan, lebih dewasa secara pola pikir, lebih kreatif, lebih rendah hati, lebih bertumbuh secara emosional sehingga makin bijak. Itulah manfaat kita sebagai "ikan Hiu" terhadap teman-teman yang cenderung seperti ikan Ramora.
Jadi, jangan kira dalam pertemanan kita tidak bisa memberikan pengaruh apapun. Dari yang paling buruk sampai yang paling bagus bisa menjadi pengaruh. Maka, marilah kita belajar dari hubungan si ikan Hiu dan si ikan Ramora yang bersimbiosis mutualisme dalam hal-hal positif. Tidak saling merugikan tapi saling menguntungkan. Ingat bahwa keuntungan bukan diukur dari hal-hal yang bersifat materi atau fisik, tapi lebih mendalam dari yang bisa kita lihat secara gamblang, yaitu saling membangun dan berkembang dalam karakter.
Contoh aplikasinya adalah saat kita sebagai pemuda-pemudi, orang dewasa, atau orang tua terhadap anak-anak kecil. Kita tak jarang menganggap anak-anak kecil ini sebagai si ikan Ramora yang bergantung pada kita, yang lemah, yang mengambil keuntungan dari kita yang kuat, dan yang perlu diberi. Kita lupa kalau anak-anak kecil juga bisa memberi kepada kita dan bisa mengajarkan kita jauh lebih banyak dari yang kita tahu. Dari anak-anak kecillah kita bisa belajar ketulusan, kepolosan (kemurnian), dan kejujuran. Tak jarang seiring bertambahnya usia kita, kita lupa bagaimana menjadi tulus, bagaimana hidup murni, dan bagaimana untuk jujur.
Maka, kalau ikan Hiu saja perlu teman, apalagi kita manusia. Kalau ikan Hiu saja mau berteman dengan ikan Remora, kenapa kita tidak saling berteman satu sama lainnya.
Selamat berteman dan tetaplah berteman secara positif!
Denpasar, 24 Maret 2011
Copyright Jeannita Adisty
Also posted in my Facebook account
Sabtu, 26 Februari 2011
Love Me First
One day, I asked God,
"God, do I be loved by my parents, my brothers and sisters, and the whole family?"
God answered me,
"Sure they do. They love you so much."
Then I said,
"But I can't feel it God. My family seems don't love me well. They may love me but it feels just a second with a little piece."
God just smiled to me and then I asked Him,
"How about my good and close friends, do they love me? and my lover?"
God answered me again,
"Sure they do. They love you so much."
I said to God,
"Sometimes I feel that they are not sincere in our relationship. They just use me when they need some help, and come to me whenever they need. But when I need them to be by my side, cry with me, share the happiness and all stories, they are nowhere."
God told to me gently,
"You don't understand yet, what love is, my child."
I asked God,
"So, what is love, God?"
God answered me,
"Love Me first, then you'll learn what love is and how to love and be loved. Because I am the pure and the true love. I love you without any condition. Even though you are not love me all the time, I still love you every time. Even though you can forget me many times, I still love you and never forget you. Even though I'm not the first priority in your life, I still love you and you are always be my first priority. So, love me first, then you'll know about the true and the pure love!"
And then, I realized that I don't understand yet about what love is. I realized that love I knew wasn't the pure and the true love. So I learned how to love by loving God above all things and men. It's not easy but posibble. I'm still learning but now I already found what love is.
Denpasar, February, 12th, 2011
Copyright Jeannita Adisty
Also posted in FB account
"God, do I be loved by my parents, my brothers and sisters, and the whole family?"
God answered me,
"Sure they do. They love you so much."
Then I said,
"But I can't feel it God. My family seems don't love me well. They may love me but it feels just a second with a little piece."
God just smiled to me and then I asked Him,
"How about my good and close friends, do they love me? and my lover?"
God answered me again,
"Sure they do. They love you so much."
I said to God,
"Sometimes I feel that they are not sincere in our relationship. They just use me when they need some help, and come to me whenever they need. But when I need them to be by my side, cry with me, share the happiness and all stories, they are nowhere."
God told to me gently,
"You don't understand yet, what love is, my child."
I asked God,
"So, what is love, God?"
God answered me,
"Love Me first, then you'll learn what love is and how to love and be loved. Because I am the pure and the true love. I love you without any condition. Even though you are not love me all the time, I still love you every time. Even though you can forget me many times, I still love you and never forget you. Even though I'm not the first priority in your life, I still love you and you are always be my first priority. So, love me first, then you'll know about the true and the pure love!"
And then, I realized that I don't understand yet about what love is. I realized that love I knew wasn't the pure and the true love. So I learned how to love by loving God above all things and men. It's not easy but posibble. I'm still learning but now I already found what love is.
Denpasar, February, 12th, 2011
Copyright Jeannita Adisty
Also posted in FB account
Jumat, 25 Februari 2011
Sorgaku, SorgaMU
Orang bilang sorga di bawah kaki ibu. Bagiku tidak, kar'na di bawah kaki ibu hanya kunci menuju gerbang sorga, dan gerbang sorga ada di kaki ayah.
Tanpa ayah dan ibu, tanpa keduanya, mustahil aku tahu sorga dan ditunjukkan kepada jalanNya. Tanpa keduanya, aku mungkin hilang arah dan tak tahu tujuan hidup.
Mereka membimbingku hingga aku mampu memilih jalan menuju sorga, atau menolaknya. Karena itu Sang Empunya sorga senantiasa mengingatkanku untuk menghormati ayah & ibu, mendengarkan ajaran mereka, dan menaatinya.
Bagiku sorga ada dalam kasih Tuhan yg mengalir melalui kasih kedua orang tuaku yg setia mendoakan kebaikanku dan memberi yg terbaik bagiku.
Copyright Jeannita Adisty
Also posted in my FB http://www.facebook.com/note.php?note_id=501113486855
Tanpa ayah dan ibu, tanpa keduanya, mustahil aku tahu sorga dan ditunjukkan kepada jalanNya. Tanpa keduanya, aku mungkin hilang arah dan tak tahu tujuan hidup.
Mereka membimbingku hingga aku mampu memilih jalan menuju sorga, atau menolaknya. Karena itu Sang Empunya sorga senantiasa mengingatkanku untuk menghormati ayah & ibu, mendengarkan ajaran mereka, dan menaatinya.
Bagiku sorga ada dalam kasih Tuhan yg mengalir melalui kasih kedua orang tuaku yg setia mendoakan kebaikanku dan memberi yg terbaik bagiku.
Copyright Jeannita Adisty
Also posted in my FB http://www.facebook.com/note.php?note_id=501113486855
HALELUYA, PUJILAH YAHWE
Aku berseru, Gavriel.., Tuhan adalah kekuatanku!
Dan Tuhan memberikanku Gevariel, kekuatanNya ;
untuk dapat menjadi seorang Gavriella, abdiNya.
Aku bersaksi, Gedalyahu,
Perbuatan Tuhan hebat!
Ia adalah Goel, Sang Penebus; Gamaliel, Allah yg membebaskan; yg memberikanku Hosea, keselamatan! Maka aku bersaksi, Isaiah, Tuhan adalah Juru Selamatku!
Aku berseru Hanniel, Tuhan yg maha pengasih. Ia penuh kasih dan sayang kepada seluruh umatNya, dan senantiasa memberi berkat yg tak ada habisnya.
Maka aku bernyanyi dan bersorak, Haleluya! Pujilah Yahwe!
Bagi Dia seluruh Oma dan Titus, hormat dan kehormatan. Bagi Dia juga Nita, kemuliaan. Selama-lamanya!
copyright Jeannita Adisty
Also posted in my FB http://www.facebook.com/note.php?note_id=501136796855
Dan Tuhan memberikanku Gevariel, kekuatanNya ;
untuk dapat menjadi seorang Gavriella, abdiNya.
Aku bersaksi, Gedalyahu,
Perbuatan Tuhan hebat!
Ia adalah Goel, Sang Penebus; Gamaliel, Allah yg membebaskan; yg memberikanku Hosea, keselamatan! Maka aku bersaksi, Isaiah, Tuhan adalah Juru Selamatku!
Aku berseru Hanniel, Tuhan yg maha pengasih. Ia penuh kasih dan sayang kepada seluruh umatNya, dan senantiasa memberi berkat yg tak ada habisnya.
Maka aku bernyanyi dan bersorak, Haleluya! Pujilah Yahwe!
Bagi Dia seluruh Oma dan Titus, hormat dan kehormatan. Bagi Dia juga Nita, kemuliaan. Selama-lamanya!
copyright Jeannita Adisty
Also posted in my FB http://www.facebook.com/note.php?note_id=501136796855
La Bella Ragazza e La Bella Spiaggia [A Beautiful Girl and A Beautiful Beach] ~Short Story~
La Bella Ragazza e La Bella Spiaggia
[A Beautiful Girl and A Beautiful Beach]
I was walking through the coast, while feeling the cool water brought by few little waves to the white sand, under the soles of my foot. I was feeling the fresh air every time I took my breath. I was feeling the wind blew through my skin. Then I prayed under the blue sky and the bright sunshine.
I wasn't thinking about finding someone new to be acquaintance. I was with nobody, just me. But then we met, suddenly, un-designedly. We never knew each other before but I felt like we were so close.
I pushed myself to be brave, walked slowly but sure, to approach you. I didn't know where you came from, but I was too stubborn. So I addressed you in a friendly way, "Ciao! Mi scusi, Signorina!"
You looked so shock but still gave me a smile, you answered, "Pardon?"
I concluded that you can't speak Italiano. "Mi dispiace, I am sorry. I approached you in my original style, Italiano."
With your sweet little smile you answered me, "It's OK. So sorry I can't speak Italian."
I didn't know why, I offered you for learning some Italian words, and you said "Yes" while your eyes were sparkling in beauty.
I was so glad, nothing bad intention. I just wanted to know you more.
"Ciao! Hello!" I opened our study.
"Buongiorno! Good Morning!" I said again.
Then you answered, "Buongiorno!", with a larger sweet smile.
I spoke to ask your news, "Come stai? How are you? Bene? Fine?"
"Bene! Grazie!" you answered while gave me your sweet smile again.
Then bravely I said, "Come ti chiami, Signorina? What is your name? Mi chiamo Andrè."
You just answered simply, "Anne". What a beautiful name of a beautiful Signorina that always smile beautifully, though my mind.
I let my mind flew, lost of my own control, when we kept in silence for few minutes. Unrealized and un-designedly, I said, "Tu è bella!"
"Pardon me, Andrè?" you asked me and my mind was under my control again. I though you didn't hear my words but it seemed too loud to be un-hear-able.
"Nothing! Just between me and God." I said. Honestly, I felt guilty not tell you the truth you deserved. But I was too afraid to say these words.
Then the time to say goodbye came. I hope to see her again in a good chance and enough time, more longer, to know each other. While in my reluctance feelings, I said, "Mi dispiace, Anne, forse un'altra volta. Spero che si possa incontrare di nuovo. I'm sorry, maybe next chance. I hope we can meet again."
With your little smile you answered me, "Grazie Andrè!".
And I answered you back, "Prego, Anne!"
Then we said together, "Arriverderci! Good bye! "
"Vederti in un'altra occasione, Anne! See you in another chance!" I said before you left me. Then you gave me your best sweet smile and you walked away.
While I was seeing you were walking, until you disappeared, and I just whispered gently, "La bella ragazza, tornero piu tardi. Tra poco!*"
When I couldn't see you any longer, I decided to go home. I walked back and left our meeting point with brought the wonderful sweet memory of us. While I was walking, I talked to myself, "Questa spiaggia è molto bella. Anche quella ragazza è molto bella. Mi piacciono le grandi onde e la sabbia bianca. Anche mi piacciono la belle regazza, Anne.** "
~THE END~
These Italian sentences means:
* Beautiful girl, I'll be back, soon!
** This beach is beautiful, so the girl is beautiful. I like the big wave and the white sand. Also I like the beautiful girl too.
Copyright Jeannita Adisty
Denpasar, February 24, 2011
From my comfort private room.
Also published in my facebook page http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150092175086856
[A Beautiful Girl and A Beautiful Beach]
I was walking through the coast, while feeling the cool water brought by few little waves to the white sand, under the soles of my foot. I was feeling the fresh air every time I took my breath. I was feeling the wind blew through my skin. Then I prayed under the blue sky and the bright sunshine.
I wasn't thinking about finding someone new to be acquaintance. I was with nobody, just me. But then we met, suddenly, un-designedly. We never knew each other before but I felt like we were so close.
I pushed myself to be brave, walked slowly but sure, to approach you. I didn't know where you came from, but I was too stubborn. So I addressed you in a friendly way, "Ciao! Mi scusi, Signorina!"
You looked so shock but still gave me a smile, you answered, "Pardon?"
I concluded that you can't speak Italiano. "Mi dispiace, I am sorry. I approached you in my original style, Italiano."
With your sweet little smile you answered me, "It's OK. So sorry I can't speak Italian."
I didn't know why, I offered you for learning some Italian words, and you said "Yes" while your eyes were sparkling in beauty.
I was so glad, nothing bad intention. I just wanted to know you more.
"Ciao! Hello!" I opened our study.
"Buongiorno! Good Morning!" I said again.
Then you answered, "Buongiorno!", with a larger sweet smile.
I spoke to ask your news, "Come stai? How are you? Bene? Fine?"
"Bene! Grazie!" you answered while gave me your sweet smile again.
Then bravely I said, "Come ti chiami, Signorina? What is your name? Mi chiamo Andrè."
You just answered simply, "Anne". What a beautiful name of a beautiful Signorina that always smile beautifully, though my mind.
I let my mind flew, lost of my own control, when we kept in silence for few minutes. Unrealized and un-designedly, I said, "Tu è bella!"
"Pardon me, Andrè?" you asked me and my mind was under my control again. I though you didn't hear my words but it seemed too loud to be un-hear-able.
"Nothing! Just between me and God." I said. Honestly, I felt guilty not tell you the truth you deserved. But I was too afraid to say these words.
Then the time to say goodbye came. I hope to see her again in a good chance and enough time, more longer, to know each other. While in my reluctance feelings, I said, "Mi dispiace, Anne, forse un'altra volta. Spero che si possa incontrare di nuovo. I'm sorry, maybe next chance. I hope we can meet again."
With your little smile you answered me, "Grazie Andrè!".
And I answered you back, "Prego, Anne!"
Then we said together, "Arriverderci! Good bye! "
"Vederti in un'altra occasione, Anne! See you in another chance!" I said before you left me. Then you gave me your best sweet smile and you walked away.
While I was seeing you were walking, until you disappeared, and I just whispered gently, "La bella ragazza, tornero piu tardi. Tra poco!*"
When I couldn't see you any longer, I decided to go home. I walked back and left our meeting point with brought the wonderful sweet memory of us. While I was walking, I talked to myself, "Questa spiaggia è molto bella. Anche quella ragazza è molto bella. Mi piacciono le grandi onde e la sabbia bianca. Anche mi piacciono la belle regazza, Anne.** "
~THE END~
These Italian sentences means:
* Beautiful girl, I'll be back, soon!
** This beach is beautiful, so the girl is beautiful. I like the big wave and the white sand. Also I like the beautiful girl too.
Copyright Jeannita Adisty
Denpasar, February 24, 2011
From my comfort private room.
Also published in my facebook page http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150092175086856
Langganan:
Postingan (Atom)