Tampilkan postingan dengan label Love Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Love Story. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Februari 2011

La Bella Ragazza e La Bella Spiaggia [A Beautiful Girl and A Beautiful Beach] ~Short Story~

La Bella Ragazza e La Bella Spiaggia

[A Beautiful Girl and A Beautiful Beach]




I was walking through the coast, while feeling the cool water brought by few little waves to the white sand, under the soles of my foot. I was feeling the fresh air every time I took my breath. I was feeling the wind blew through my skin. Then I prayed under the blue sky and the bright sunshine.

I wasn't thinking about finding someone new to be acquaintance. I was with nobody, just me. But then we met, suddenly, un-designedly. We never knew each other before but I felt like we were so close.

I pushed myself to be brave, walked slowly but sure, to approach you. I didn't know where you came from, but I was too stubborn. So I addressed you in a friendly way, "Ciao! Mi scusi, Signorina!"

You looked so shock but still gave me a smile, you answered, "Pardon?"

I concluded that you can't speak Italiano. "Mi dispiace, I am sorry. I approached you in my original style, Italiano."

With your sweet little smile you answered me, "It's OK. So sorry I can't speak Italian."

I didn't know why, I offered you for learning some Italian words, and you said "Yes" while your eyes were sparkling in beauty.

I was so glad, nothing bad intention. I just wanted to know you more.

"Ciao! Hello!" I opened our study.

"Buongiorno! Good Morning!" I said again.

Then you answered, "Buongiorno!", with a larger sweet smile.

I spoke to ask your news, "Come stai? How are you? Bene? Fine?"

"Bene! Grazie!" you answered while gave me your sweet smile again.

Then bravely I said, "Come ti chiami, Signorina? What is your name? Mi chiamo Andrè."

You just answered simply, "Anne". What a beautiful name of a beautiful Signorina that always smile beautifully, though my mind.

I let my mind flew, lost of my own control, when we kept in silence for few minutes. Unrealized and un-designedly, I said, "Tu è bella!"

"Pardon me, Andrè?" you asked me and my mind was under my control again. I though you didn't hear my words but it seemed too loud to be un-hear-able.

"Nothing! Just between me and God." I said. Honestly, I felt guilty not tell you the truth you deserved. But I was too afraid to say these words.

Then the time to say goodbye came. I hope to see her again in a good chance and enough time, more longer, to know each other. While in my reluctance feelings, I said, "Mi dispiace, Anne, forse un'altra volta. Spero che si possa incontrare di nuovo. I'm sorry, maybe next chance. I hope we can meet again."

With your little smile you answered me, "Grazie Andrè!".

And I answered you back, "Prego, Anne!"

Then we said together, "Arriverderci! Good bye! "

"Vederti in un'altra occasione, Anne! See you in another chance!" I said before you left me. Then you gave me your best sweet smile and you walked away.

While I was seeing you were walking, until you disappeared, and I just whispered gently, "La bella ragazza, tornero piu tardi. Tra poco!*"

When I couldn't see you any longer, I decided to go home. I walked back and left our meeting point with brought the wonderful sweet memory of us. While I was walking, I talked to myself, "Questa spiaggia è molto bella. Anche quella ragazza è molto bella. Mi piacciono le grandi onde e la sabbia bianca. Anche mi piacciono la belle regazza, Anne.** "



~THE END~







These Italian sentences means:
* Beautiful girl, I'll be back, soon!
** This beach is beautiful, so the girl is beautiful. I like the big wave and the white sand. Also I like the beautiful girl too.





Copyright Jeannita Adisty
Denpasar, February 24, 2011
From my comfort private room.
Also published in my facebook page http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150092175086856

Jumat, 07 Agustus 2009

Cinta lama vs Cinta Baru / CLBK vs CBB

Ada banyak orang yang bisa merasakan perasaan cinta yang sama berulang kali terhadap orang yang sama. Oleh karena itu kemudian muncul istilah nge-trend-nya CLBK atau Cinta Lama Bersemi Kembali. Lantas setiap kali bertemu dengan dia yang sudah pernah mencuri hatiku, aku pasti merasakan getaran yang sama, debaran hati yang sama, detak jantung yang berpacu cepat juga sama, selalu mencari tahu keberadaannya, selalu ingin mengingat senyum manisnya, selalu merindukan sosoknya, hingga hal-hal terbodoh bisa aku lakukan hanya untuk merasa “memiliki dia”.

Itulah Cinta Lama yang Bersemi Kembali. Dulu sudah pernah jatuh cinta kepadanya. Lalu rasa cinta itu hilang atau terputus di tengah perjalanannya atau terhalang suatu problem yang membuat kedua hati lantas menjauh. Kemudian bertemu lagi pada moment yang “tepat”, dengan senyum manis yang masih sama. Tatapan mata itu juga masih sama, sama-sama lembut dan penyayang. Tutur kata itu juga masih sama, sama-sama perhatian dan respect.

Tingkah laku itu juga masih sama. Sama-sama menggemaskan saat ia malu-malu atau tertawa lucu melihat tingkah polahku yang terkadang polos dan saking terlalu lugu hingga terlihat bodoh. Mengejutkan saat kata-katanya menunjukkan ia juga merasakan hal yang aku rasakan. Menyengkan karena perlindungannya dan sikapnya membuatku nyaman. Meneduhkan hati karena perhatian yang diungkapkan lewat setiap gesture yang mungkin untuk mewakilinya. Semuanya, setiap detik menit yang terlewatkan serasa begitu cepat sehingga ingin aku mematikan detik jam yang terus berputar, agar ia semakin lama berada bersama-sama denganku.

Disaat yang bersamaan ada satu sosok yang juga sudah mencuri sebagian perhatianku. Ia juga sepertinya sudah mencuri separuh hatiku. Sosok yang tak lama kukenal setelah aku menjauh dengan cinta lamaku. Sosok baru yang menjelma menjadi cinta baruku. Cinta baru bersemi, demikian aku memberinya istilah untuk membuatnya berdampingan dengan cinta lamaku yang kembali menggoda.

Cinta baru bersemi-ku ini memiliki kelebihan yang hampir sama dengan cinta lamaku. Perbedaannya hanya karakter dan tempramen mereka berdua, wujud fisiknya yang berbeda walau sama-sama gendernya. Hanya, sikap cinta baruku ini sama perhatiannya dengan cinta lamaku. Senyum cinta baruku ini selalu ada untukku. Ia sering kali tersenyum saat aku berbicara atau sekedar membalas tatapan matanya. Ia sering kali memberikan senyumnya pula saat memandangku yang mulai autis atau sekedar asik dengan diriku sendiri. Ia juga kadang tertawa lucu melihat polah tingkahku dan perbuatan bodohku, tapi semua itu bukan cemooh, namun sebagai wujud ia sedang memperhatikanku.

Ia selalu memperhatikanku, bahkan saat aku merasa tidak perlu diperhatikan. Saat aku sudah merasa nyaman dengan kondisiku sendiri, ia membuatku merasa jauh lebih nyaman. Ia memberikanku perlindungan, hingga saat aku merasa cukup aman menjaga diriku sendiri, ia masih menanyakan keadaanku. Saat aku sibuk dengan diriku sendiri, ribet dengan semua kebutuhanku, ia tetap memperhatikanku dan ada untukku. Saat aku memperhatikan yang lain, menomor-duakan keberadaannya, ia tetap tersenyum untukku dan mengawasiku.

Perhatiannya yang sama kadarnya walau dalam hal-hal kecil untukku. Sentuhan tangan yang walaupun “tak sengaja” karena ingin memastikan keadaanku. Semua hal-hal kecil dari tingkah laku yang ditunjukkannya karena memperhatikan kebaikanku, membuat aku jatuh ke dalam kotak bernama cinta. Membuat aku tak mampu tertarik melihat orang baik lainnya dan mensyukuri keberadaan dirinya yang ada di sampingku.

Lalu, aku merasa bersalah. Saat cinta baru ini mengisi seluruh sisi hidupku yang kosong, aku terhanyut dengan perasaan cinta yang lain. Perasaan yang sama terbagi untuk dua orang. Cinta baru dan cinta lama.

Ah perasaan ini benar-benar membuatku bimbang. Apalagi keduanya sama-sama sosok terbaik yang pernah aku temui. Keduanya tidak dapat dibandingkan. Lalu aku rasanya juga tidak pantas bila membedakan mereka yang jelas berbeda. Aku tidak dapat dibedakan dalam perbedaan mereka.

Lantas aku harus bagaimana? Apa yang harus aku putuskan? Kembali berharap dengan cinta lamaku yang bersemi kembali? Ataukah aku tetap mempertahankan perasaanku pada cinta baruku yang baru saja bersemi?

Ternyata, setelah aku menggumulkannya dan berdoa. Tuhan menunjukkan mana yang harus aku pilih. Cinta lamaku itu sudah memiliki kunci hatinya, dan itu bukan aku. Menyedihkan bagiku memang, tapi baik adanya. Aku tahu, bahwa ia bukan untukku. Ia memang baik, tapi bukan yang terbaik bagiku :)

Perhatiannya dan semua kebaikannya karena memang harusnya demikianlah aku diperlakukan dan semua orang diperlakukan. Penuh kasih sayang. Saling memperhatikan. Toh aku juga pernah menjadi yang spesial bagi dia, dan itu tidak mudah dilupakan bagi kami masing-masing.

Lantas apakah cinta baru yang terbaik bagiku? Belum tentu.Tuhan terkadang mengizinkan kita bertemu dengan beberapa orang yang tidak tepat sampai pada saatnya kita bertemua orang yang tepat. Tujuannya agar kita semakin dewasa dan belajar saling mengenal serta berkomitmen dalam suatu hubungan khusus. Jadi, jalani saja cinta baru ini dengan sebaik-baiknya dan terus membawanya dalam doa, meminta Tuhan memberi sinyal apakah ia orang yang tepat bagiku atau tidak :)

Jean sempat set status yang sama dengan judul note ini. banyak teman-teman yang memberikan komentar, intinya kalau anda belum menikah, dan punya cinta baru, lanjutkan! hehehehe...
masing-masing sepertinya punya alasan sendiri mengapa tidak mau kembali ke cinta lamanya.... Dan menganggap serta berharap cinta baru itu jauh lebih baik dari cinta yang lama.

Anyway, buat teman-teman yang sedang jatuh cinta atau menjalin cinta, selamat bercinta! :)
Tulisan ini jean tulis untuk kalian. Bercintalah dengan baik, sesuai waktunya dan jangan “tidak kudus” karena cinta itu suci tidak layak dijadikan alasan untuk berbuat yang tidak baik :)

Buat yang lagi menanti cinta, sabar, nanti jean buatkan note untuk para jomblowan dan jomblowati, hehehe..

Selamat saling mengasihi :)






NB: Trims buat teman2 yang comment di status jean dengan tema yang sama. Sebenarnya itu salah satu cara jean untuk mendapatkan inspirasi, bukan tentang apa yang jean sedang rasa. Maaf kalau teman2 salah kira, hehehehe.. tapi trims ya buat komentar2nya yang memberikan inspirasi :)


(Denpasar, 1st posted on July 3rd 2009, 2nd posted + correction write on July 4th 2009 @ 9:23pm wita)